Dengan Indonesia Sehat, we can do everything!

GenBody COVID-19 IgM/IgG

GenBody COVID-19 IgM/IgG deviceadalah chromatographic immunoassay kit one step rapid untuk deteksi cepat dan diferensial imunoglobulin M (IgM) dan imunoglobulin G (IgG) terhadap COVID-19 menggunakan serum, plasma, dan seluruh darah.

Product Rapid Diagnostic Test

COVID-19 IgM/IgG

Perangkat GenBody COVID-19 IgM / IgG adalah kit kromatografi immunoassay untuk deteksi cepat dan diferensial imunoglobulin M (IgM) dan imunoglobulin G (IgG) terhadap COVID-19 menggunakan serum, plasma, dan seluruh darah.

Sampel Darah Ujung jari

serum, plasma dan whole blood

Darah kapiler digunakan untuk melakukan tes, menusuk jari dan mengumpulkan darah dengan tabung kapiler. Dan kemudian, muat darah ke sampel dengan baik dari alat tes.

Dual Card Device

Rapid Test Covid-10

  • Negatif: HANYA satu band di garis kontrol (C).
  • Tidak ada IgM dan IgG spesifik COVID-19 yang terdeteksi.
  • Tes ulang dalam 3-5 hari jika dicurigai COVID-19.
  • IgM Positive: dua band muncul di garis uji (T) dan garis kontrol (C) di sisi kiri perangkat.
  • IgG Positive: dua band muncul di garis uji (T) dan garis kontrol (C) di sisi kanan perangkat.
  • IgG dan IgM Positif: masing-masing dua band muncul di garis uji (T) dan garis kontrol (C) di kedua sisi perangkat.
  • Hasil tidak valid: Jika pada 15 menit, pita merah tidak muncul di garis kontrol (C), hasilnya dianggap tidak valid.
  • Jika tes tidak valid, tes baru harus dilakukan dengan spesimen pasien baru dan perangkat uji baru.

We Have Great Answers

Virus ini dapat menyebabkan berbagai gejala, mulai dari penyakit ringan hingga pneumonia. Gejala penyakitnya adalah demam, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala.

Meskipun bagi kebanyakan orang COVID-19 hanya menyebabkan penyakit ringan, itu dapat membuat beberapa orang sangat sakit. Lebih jarang, penyakit ini bisa berakibat fatal. Orang yang lebih tua, dan mereka yang memiliki kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung atau diabetes) tampaknya lebih rentan.

COVID-19 menyebabkan penyakit yang lebih parah daripada influenza musiman.

Sementara dimana banyak orang secara global telah membangun kekebalan terhadap jenis flu musiman, COVID-19 adalah virus baru yang tidak ada yang memiliki kekebalan. Itu berarti lebih banyak orang yang rentan terhadap infeksi, dan beberapa akan menderita penyakit parah.

Orang-orang dari segala usia dapat terinfeksi oleh coronavirus baru (2019-nCoV). Orang yang lebih tua, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti asma, diabetes, penyakit jantung) tampaknya lebih rentan untuk menjadi sakit parah dengan virus.

WHO menyarankan orang-orang dari segala usia untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dari virus, misalnya dengan mengikuti kebersihan tangan yang baik dan kebersihan pernapasan yang baik.

Pandemi didefinisikan sebagai “epidemi yang terjadi di seluruh dunia, atau di wilayah yang sangat luas, melintasi batas internasional dan biasanya memengaruhi sejumlah besar orang”. Definisi klasik tidak mencakup apa pun tentang kekebalan populasi, virologi atau keparahan penyakit.

WHO menyarankan bahwa semua kasus yang dikonfirmasi, bahkan kasus ringan, harus diisolasi di fasilitas kesehatan, untuk mencegah penularan dan menyediakan perawatan yang memadai.

Tetapi kami menyadari bahwa banyak negara telah melebihi kapasitas mereka untuk merawat kasus-kasus ringan di fasilitas kesehatan khusus. Dalam situasi itu, negara-negara harus memprioritaskan pasien yang lebih tua dan mereka yang memiliki kondisi mendasar.

Anak-anak adalah pendorong penting penularan virus influenza di masyarakat. Untuk virus COVID-19, data awal menunjukkan bahwa anak-anak kurang terpengaruh daripada orang dewasa dan bahwa tingkat serangan klinis pada kelompok usia 0-19 rendah.

Bagi kebanyakan orang, itu dimulai dengan demam dan batuk kering, bukan pilek. Kebanyakan orang akan menderita penyakit ringan dan menjadi lebih baik tanpa memerlukan perawatan khusus.

GenBody COVID- 19 IgM / IgG

One Step Rapid Novel Coronavirus-2019

Share this: